Kejadian 2:18 "TUHAN Allah berfirman :"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia".
Rencana awal Tuhan adalah supaya terbangun RELASI yang sepadan dalam keluarga, karena :
1. Keluarga adalah sesuatu yang penting.
2. Banyak tantangan dalam keluarga.
Tantangan dalam keluarga adalah :
1. RELASI. Bagaimana dapat membangun relasi antara sesama keluarga.
2. KOMUNIKASI. Bagaimana membangun komunikasi antar sesama keluarga,
karena pada jaman sekarang ini anak-anak mempunyai cara komunikasi
yang berbeda sehingga menghambat hubungan relasi dengan keluarga.
3. NILAI-NILAI ROHANI. Dengan semakin majunya teknologi di jaman
sekarang ini sehingga segala kebutuhan dapat terpenuhi dengan instan.
4. KOMITMEN.
Akibat rusaknya sebuah hubungan relasi antara suami dan istri menyebabkan :
1. KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
2. Hubungan yang tidak harmonis
3. Kehadiran PIL & WIL
4. Perceraian
Relasi Orang Tua dan Anak yang Rusak menyebabkan :
1. Anak mengalami Skin Hungers (lapar akan sentuhan/perhatian yang cukup)
Anak-anak butuh perhatian dari orang tua, karena apabila anak kurang
perhatian, maka dia akan mencari perhatian dari luar yang tentunya bisa
berdampak negatif.
2. Anak mengalami penurunan kecerdasan intelektual
3. Anak mengalami penurunan kecerdasan emosional
4. Anak mengalami gangguan kehidupan sosial
Penelitian dari Universitas Wisconsin Madison, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa :
-. Anak dengan orangtua bercerai memiliki prestasi yang tertinngal jauh
dibandingkan dengan rekan sebaya mereka dalam bidang matematika dan
sosial.
-. Mereka juga lebih mungkin menderita kecemasan, stress dan rendah diri.
Faktor-faktor yang mendukung terjadinya kenakalan remaja, antara lain :
1. Faktor keluarga, khususnya orang tua. Dalam hal ini orang tua yang kurang
memahami arti mendidik anak, dan yang begitu sibuk bekerja.
2. Hubungan suami istri yang kurang harmonis.
3. Faktor lingkungan.
4. Faktor sekolah, termasuk di dalamnya guru, pelajaran, tugas-tugas sekolah
dan lain-lain yang berhubungan dengan sekolah.
Bagaimana membangun Relasi yang sehat
1. Menyediakan waktu yang berkualitas
"Orangtua yang memiliki anak lebih dari satu penting menghabiskan waktu
dengan masing-masing anak disamping menghabiskan waktu secara
bersama-sama"
2. Menciptakan komunikasi yang sehat
Harus ada dua arah bukan satu arah
Lemah Lembut
Mendengarkan
Jangan ada gadgets
3. Mempraktekkan kata "Saling" dalam keluarga
Saling mengampuni (Efesus 4:32)
Saling menhormati (Efesus 5:33, 1 Petrus 3:7)
Saling Menghargai (Yohanes 15:12)
Saling membangun (1 Tesalonika 5:11)
Saling Setia
4. Menciptakan dan meneruskan tradisi keluarga yang positif
misalnya :
1. Tradisi merayakan HUT, merayakan HUT anggota keluarga adalah
merupakan suatu tradisi yang baik untuk menjalin relasi dengan anggota
keluarga.
2. Merayakan pencapaian, misalnya memberikan penghargaan atas
keberhasilan anggota keluarga, kenaikan kelas dan lain-lain.
3. Mezbah keluarga, penyebab relasi rusak adalah dosa, makanya Tuhan
Yesus memperbaiki relasi kita dengan Allah adalah dengan mati di kayu
salib. Oleh karenanya mezbah keluarga perlu diciptakan agar relasi kita
dengan Tuhan tetap terbangun karena modal kita adalah hanya Tuhan
Yesus.
Ringkasan Khobah Ibadah Raya "GBI d/a Graha Pena"
Oleh Bpk Pdm. DR. Andries Yosua MTh
Minggu, 29 Juli 2018