Minggu, 29 Juli 2018

PENTINGNYA RELASI DALAM KELUARGA

Kejadian 2:18 "TUHAN Allah berfirman :"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia".

Rencana awal Tuhan adalah supaya terbangun RELASI yang sepadan dalam keluarga, karena :
1. Keluarga adalah sesuatu yang penting.
2. Banyak tantangan dalam keluarga.

Tantangan dalam keluarga adalah :

1. RELASI. Bagaimana dapat membangun relasi antara sesama keluarga.
2. KOMUNIKASI. Bagaimana membangun komunikasi antar sesama keluarga, 
    karena pada jaman sekarang ini anak-anak mempunyai cara komunikasi 
    yang berbeda sehingga menghambat hubungan relasi dengan keluarga.
3. NILAI-NILAI ROHANI. Dengan semakin majunya teknologi di jaman 
    sekarang ini sehingga segala kebutuhan dapat terpenuhi dengan instan.
4. KOMITMEN.

Akibat rusaknya sebuah hubungan relasi antara suami dan istri menyebabkan :
1. KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
2. Hubungan yang tidak harmonis
3. Kehadiran PIL & WIL
4. Perceraian

Relasi Orang Tua dan Anak yang Rusak menyebabkan :
1. Anak mengalami Skin Hungers (lapar akan sentuhan/perhatian yang cukup)
    Anak-anak butuh perhatian dari orang tua, karena apabila anak kurang 
    perhatian, maka dia akan mencari perhatian dari luar yang tentunya bisa 
    berdampak negatif.
2. Anak mengalami penurunan kecerdasan intelektual
3. Anak mengalami penurunan kecerdasan emosional
4. Anak mengalami gangguan kehidupan sosial

Penelitian dari Universitas Wisconsin Madison, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa :
-. Anak dengan orangtua bercerai memiliki prestasi yang tertinngal jauh 
   dibandingkan dengan rekan sebaya mereka dalam bidang matematika dan 
   sosial.
-. Mereka juga lebih mungkin menderita kecemasan, stress dan rendah diri.

Faktor-faktor yang mendukung terjadinya kenakalan remaja, antara lain :
1. Faktor keluarga, khususnya orang tua. Dalam hal ini orang tua yang kurang 
    memahami arti mendidik anak, dan yang begitu sibuk bekerja.
2. Hubungan suami istri yang kurang harmonis.
3. Faktor lingkungan.
4. Faktor sekolah, termasuk di dalamnya guru, pelajaran, tugas-tugas sekolah 
    dan lain-lain yang berhubungan dengan sekolah.
 
Bagaimana membangun Relasi yang sehat

1. Menyediakan waktu yang berkualitas
    "Orangtua yang memiliki anak lebih dari satu penting menghabiskan waktu 
     dengan masing-masing anak disamping menghabiskan waktu secara
     bersama-sama"

2. Menciptakan komunikasi yang sehat
    Harus ada dua arah bukan satu arah
    Lemah Lembut
    Mendengarkan
    Jangan ada gadgets 

3. Mempraktekkan kata "Saling" dalam keluarga
    Saling mengampuni (Efesus 4:32)
    Saling menhormati (Efesus 5:33, 1 Petrus 3:7)
    Saling Menghargai (Yohanes 15:12)
    Saling membangun (1 Tesalonika 5:11)
    Saling Setia

4. Menciptakan dan meneruskan tradisi keluarga yang positif
    misalnya :
    1. Tradisi merayakan HUT, merayakan HUT anggota keluarga adalah
        merupakan suatu tradisi yang baik untuk menjalin relasi dengan anggota 
        keluarga. 
    2. Merayakan pencapaian, misalnya memberikan penghargaan atas 
        keberhasilan anggota keluarga, kenaikan kelas dan lain-lain. 
    3. Mezbah keluarga, penyebab relasi rusak adalah dosa, makanya Tuhan 
        Yesus memperbaiki relasi kita dengan Allah adalah dengan mati di kayu 
        salib. Oleh karenanya mezbah keluarga perlu diciptakan agar relasi kita
        dengan Tuhan tetap terbangun karena modal kita adalah hanya Tuhan 
        Yesus.

 
Ringkasan Khobah Ibadah Raya "GBI d/a Graha Pena"
Oleh Bpk Pdm. DR. Andries Yosua MTh
Minggu, 29 Juli 2018

PENTINGNYA RELASI DALAM KELUARGA

Kejadian 2:18 "TUHAN Allah berfirman :"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yan...